Home » Info » Tips Membeli Ban Baru. Cek Dulu Aba-Aba Produksinya!

Tips Membeli Ban Baru. Cek Dulu Aba-Aba Produksinya!

Sobat Bintom, ketika akan mengganti dan membeli ban kendaraan beroda empat yang baru, cobalah sejenak perhatikan instruksi produksi yang tertera pada ban. Setiap ban terdapat instruksi produksi tertentu yang tercantum di sisi bab luar ban. Kode produksi itu terdiri dari 5 � 7 digit angka dan huruf. Dimana digit ke-1 hingga digit ke-3 yaitu berupa huruf, sedangkan digit berikutnya berupa formasi 4 angka.

Nah, ketika akan membeli sebuah ban baru, fokuslah memperhatikan 4 deret angka terakhir yang tertera. Mengapa? Karena keempat angka tersebut merupakan�kode internasional yang berarti ahad dan tahun waktu produksi ban.

Sekedar contoh, jikalau instruksi produksi MA1113, ini artinya bahwa ban itu diproduksi pada ahad ke 11 tahun 2013 atau atau ahad ke 3 bulan Maret 2013. Nah, jikalau Anda membeli ban itu pada bulan April 2015, maka artinya ban itu telah berusia lebih dari 2�tahun dari waktu produksi.

Bisa jadi ban itu telah usang tersimpan di gudang penyimpanan atau di toko. Ban yang menyerupai ini sangat tidak direkomendasikan untuk dibeli. Jika Anda menemui hal ini, segeralah minta ke penjual supaya memilihkan ban yang lainnnya dengan masa produksi yang masih baru.

Mengapa disarankan untuk tidak menentukan ban produksi lama? Umumnya, ban yang demikian itu mempunyai tapak karet yang muali mengeras. Tapak ban yang sudah mengeras tentu akan mengurangi daya cengkeram ban ke aspal. Hal ini tentu akan sangat mensugesti keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan. Terutama sekali besar lengan berkuasa pada ketika pengereman.

Tips lain dalam menentukan ban yang akan dibeli, selain dari memperhatikan instruksi ban tadi yaitu dengan mengecek kekerasan tapak ban. Hal ini sanggup dilakukan dengan cara menekan dengan kuku pada permukaan ban.�Jika�ban masih sanggup ditekan dan tidak keras, hal ini menerangkan bahwa ban tersebut masih layak gunakan.

So, buat sahabat Bintom semua, mulai ketika ini jangan hingga salah dalam menentukan ban ketika akan mengganti ban kendaraan kesayangan, ya. Agar supaya resiko ban pecah atau bengkak sanggup diantisipasi sd\edini mungkin.